Translate

Kamis, 10 November 2011

cara-membuat bakso



Bakso, merupakan makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat kita. Hampir di setiap tempat dapat kita jumpai produk ini. Di pasar-pasar, di pinggir jalan, di pondokan, pedagang keliling sampai di pasar swalayan.
Bakso yang biasa kita kenal dikelompokkan menjadi bakso daging, bakso urat, dan bakso aci.
Bakso daging dibuat dari daging yang sedikit mengandung urat, misalnya daging bagian paha/silap, dengan penambahan tepung yang lebih sedikit.
Bakso urat terbuat dari daging yang mengandung jaringan ikat atau urat, misalnya daging iga.
Bakso acin adalah bakso yang penambahan tepungnya lebih banyak dibanding dengan jumlah daging yang digunakan


Bang, baksonya pakai boraksnya nggak ? MSG-nya banyak nggak ? Kadang-kadang pertanyaan-pertanyaan seperti ini terlontar saat konsumen membelinya. Konsumen ingin mendapatkan produk yang aman, tentunya. Memang, beberapa pedagang bakso sering menggunakan bahan tambahan pada produknya, seperti bahan pemutih, bahan pengawet, boraks, Bahan pemutih yang biasa digunakan adalah Titanium dioksida jenis Food Grade. Bahan pengawet yang biasa digunakan adalah sodium benzoat, batas penggunaannya dalam produk pangan maksimum 0,1%.
Boraks berupa serbuk putih yang digunakan pada bakso untuk menghasilkan produk yang kering (kasat dan tidak lengket), bahan ini termasuk bahan kimia yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan. Untuk menghasilkan bakso yang kenyal, kasat & tidak lengket bisa ditambahkan
Pembuatan bakso terdiri dari tahap:
1. Pemotongan daging.
2. Penggilingan daging (bisa dengan menggunakan mesin penggiling daging/meat mincer).
3. Penghalusan daging giling sekaligus pencampuran dengan bahan pembantu dan bumbu, pencampuran dengan tepung tapioka (bisa dengan menggunakan mesin blender industri).
4. Pembentukan bola-bola bakso (bisa secara manual maupun secara otomatis )
5.  Perebusan.
Perebusan bakso dilakukan dalam dua tahap agar permukaan bakso yang dihasilkan tidak keriput dan tidak pecah akibat perubahan suhu yang terlalu cepat.
Tahap pertama, bakso dipanaskan dalam panci berisi air hangat sekitar 60C sampai 80C, sampai bakso mengeras dan terapung. Tahap kedua, bakso direbus sampai matang dalam air mendidih.
Proses Pembuatan :
Siapkan bahan-bahan sebagai berikut :
Daging sapi 1kg
Tepung tapioka 300 gram
Es Batu 200 gr


Lada halus 2 gr
MSG 5 gr
Garlic Powder sesuai selera
Garam 18 gr
Daging dipotong 10 x 5 x 5 cm.
Daging digiling dengan menggunakan mesin penggiling daging /Meat Mincer.
Daging gilingan dimasukkan ke dalam  bersama dengan sebagaian dari es,, garam, lada halus, MSG, dan Garlic Powder.
Campuran tersebut dihaluskan selama 5 menit.
Tepung tapioka dan sisa es ditambahkan ke dalam , dan semua campuran dihaluskan sampai halus.
Setelah halus, adonan bakso ini dibulat-bulatkan dengan menggunakan tangan dan diambil dengan sendok. Ukuran daging disesuaikan dengan selera, bisa besar, kecil, atau sedang. Bisa juga menggunakan 
Bola-bola daging yang terbentuk langsung dimasukkan ke dalam air hangat (air hangat ini belum mendidih atau sekitar suhu 60-80  derajat Celsius).
Bila sudah terapung dalam air, bola-bola bakso ini diangkat. Bila akan dikonsumsi langsung, bakso tersebut didinginkan sebentar, lalu direbus lagi sampai matang (sekitar 10 menit).
Bila akan disimpan, dapat disimpan direfrigerator untuk jangka waktu sebentar.
Apabila ingin disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, bisa dikemas dengan menggunakan mesin pengemas vakum/Vacuum Packaging Machine. Lalu disimpan dalam freezer. Direbus kembali bila akan dikonsumsi.
TIP :
Bila tidak mempunyai Meat Mincer dan di rumah, penggilingan daging dan pencampuran dengan bahan lainnya dapat dilakukan di pasar, dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan sendiri dari rumah.
Bila ingin mendapatkan bakso yang lebih kenyal, gunakan daging yang baru dipotong (daging hangat) yang bisa diperoleh di pasar pada dini hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar